Aku termenung dalam pikiran kosong
Tak punya teman dan tak ada orang
Aku sendirian
Sambil bermain boneka
Membuat puisi
Serta membaca
Sepi menyerang diriku
Tiada guna untuk mencapai sebuah harapan
Kesal…
Selalu kurenungkan bagaimana kehidupan sebuah keluarga
baruku
Kurenungkan sebuah harapan baru
Sedih…
Selalu aku begini
Entah kenapa tiba-tiba air mata kenanganku telah menetes
Aku begini karena aku sedih
Aku tersenyum karena kebahagiaan
Aku terjatuh karena tak punya harapan
Aku dimarahi karena aku bersalah
Aku dinasehati karena aku nakal
Kesal…
Tanda-tanda dari sebuah genggaman hilang tanpa ada yang
mengetahuinya
Sebuah mimpi akan berubah
Sebuah harapan telah menghilang
Rasa hati yang begitu mencengkram
Genggaman tangan sudah didepan mata
Terjatuh akanlah bangkit kembali
Seorang sahabat telah menjauhi
Seorang pengkhianat datang kembali dengan membawa sebuah
sandiwara baru
Tinggal aku seorang diri yang merasa kesepian
Membawa arus sebuah penyesalan
Tinggal aku dengan sebuah naskah sandiwara
Yang ingin menyatakan sebuah hatinya
Dan merenungkan untuk meneruskannya
Inilah kisahku dari sebuah penyesalan yang telah kuperbuat
Sebuah penyesalan dari sebuah kehidupan lama
Sebuah cinta akan hancur
Bila yang satu merusaknya semuanya akan jatuh rusak berantakan
BY DELLA AULIYA ERNA SYAHPUTRI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar